Bab 134

2848 Words

Pagi itu, Zenia terbangun lebih pagi dari biasanya. Matahari baru saja menembus tirai tipis kamar mereka, namun Zenia sudah duduk di tempat tidur, tubuhnya terasa haus dan sedikit lelah setelah tidur yang tidak terlalu nyenyak. Nafasnya pelan, pikirannya mulai berkeliaran tentang apa yang ia ingin makan. Rasa haus itu membuatnya memutuskan untuk turun ke dapur. Ia menapakkan kaki perlahan di lantai granit, mencoba tidak membangunkan Matteo yang masih tidur di sampingnya. Tapi begitu sampai di dapur, aroma rempah dan buah segar yangv biasanya Matteo siapkan untuk sarapan terasa tidak cukup. Zenia tiba-tiba teringat sesuatu yang membuat air liurnya menetes: bubur kacang hijau. “Bubur kacang hijau rasanya enak sekali harus aku buat,” gumamnya pelan sambil menatap bahan-bahan di dapur. Matan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD