Pagi berikutnya datang lebih tenang dari biasanya. Tidak ada teriakan. Tidak ada tangis mendadak. Hanya cahaya matahari yang perlahan masuk dari celah tirai, menyentuh lantai kamar dengan lembut. --- Aidan terbangun lebih dulu. Matanya terbuka perlahan. Beberapa detik ia hanya diam. Tidak langsung bergerak. Seolah memastikan sesuatu. Ia menoleh ke samping. Althea masih tidur. Tenang. Napasnya kecil. Teratur. Aidan menatapnya lama. Lalu menghela napas pelan. "Masih ada…" Ia berbisik. Lebih ke dirinya sendiri. --- Aidan duduk. Kakinya turun dari tempat tidur. Namun kali ini… Tidak ada rasa tergesa. Tidak ada panik. Ia berdiri. Pelan. Lalu berjalan ke arah jendela. Membuka sedikit tirai. Cahaya masuk lebih banyak. Hangat. --- Di luar… Semua terlihat normal.

