Bab 233

2501 Words

Siang itu rumah terasa tenang. Cahaya matahari jatuh lurus ke ruang keluarga, membuat lantai tampak hangat. Tidak ada suara televisi, hanya bunyi kecil mainan yang sesekali berbenturan dan ocehan lembut Althea yang sedang belajar berdiri lagi. Aidan duduk tidak jauh dari adiknya. Ia tidak benar-benar bermain. Ia hanya… memperhatikan. Sejak kejadian itu, Aidan memang sering seperti itu. Lebih waspada. Lebih peka. Seolah selalu siap kalau sesuatu terjadi. --- Althea berdiri sambil berpegangan pada meja kecil. Kakinya masih belum stabil. Namun semangatnya besar. Ia mencoba melepaskan satu tangan. Berdiri sendiri. Sedikit goyah. Aidan langsung memperhatikan. "Pelan…" Suaranya pelan. Namun penuh perhatian. Althea mengoceh kecil. Seolah menjawab. Ia mencoba melangkah. Satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD