Siang itu rumah keluarga Ancelotti terasa sedikit lebih berantakan dari biasanya. Bukan karena ada masalah besar. Hanya karena dua anak kecil yang sedang tumbuh dan rumah yang selalu dipenuhi aktivitas. Di kamar Aidan, beberapa mainan masih tergeletak di lantai. Lego kecil, mobil-mobilan, buku gambar, dan beberapa pensil warna yang tadi pagi dipakai Aidan untuk menggambar bersama Althea. Zenia baru saja selesai merapikan semuanya. Ia berdiri di tengah kamar sambil menghela napas panjang. “Haaah…” Tangannya mengusap keningnya. Keringat kecil muncul di dahinya karena ia baru saja membereskan dua kamar sekaligus—kamar Aidan dan kamar tidurnya sendiri yang tadi pagi sempat berantakan karena Althea bangun lebih awal. Zenia mengusap keningnya lagi. “Capek juga…” Saat ia keluar dari ka

