Bab 205

2593 Words

Malam di rumah keluarga Ancelotti yang sebelumnya terasa damai berubah perlahan menjadi sesuatu yang menyesakkan. Di lantai atas, di dalam ruang kerja, Matteo masih duduk di kursinya dengan beberapa dokumen terbuka di meja. Lampu meja menerangi sebagian ruangan sementara di luar jendela langit malam terlihat sangat gelap. Ia menandatangani satu dokumen terakhir. Kemudian ia menutup map itu. Matteo menoleh ke arah jam di dinding. Sudah cukup larut. Ia menghela napas kecil dan berdiri dari kursinya. Biasanya pada jam seperti ini Zenia sudah berada di kamar. Kadang membaca. Kadang hanya menunggu Matteo selesai bekerja. Matteo keluar dari ruang kerja dan berjalan menuju kamar utama. Namun ketika ia membuka pintu kamar— Kamar itu kosong. Matteo berhenti sejenak. “Zenia?” Tidak ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD