Pagi di kamar hotel mereka di Tokyo terasa jauh lebih hidup dibandingkan malam sebelumnya. Setelah demam Aidan mulai turun, suasana di kamar itu perlahan kembali normal. Cahaya matahari masuk melalui tirai jendela besar, menyinari meja kecil di dekat sofa tempat Zenia sedang menyiapkan makanan. Zenia berdiri di sana dengan mangkuk kecil di tangannya. Ia baru saja membuat bubur hangat untuk Althea. Bubur itu lembut, masih mengepul sedikit, dan aromanya terasa gurih karena Zenia menambahkan sedikit kaldu sayur agar rasanya lebih enak untuk bayi. Di kursi bayi dekat meja, Althea duduk dengan kaki kecilnya yang bergerak-gerak. Namun di tangan kecilnya ada sesuatu. Biskuit bayi. Sejak tadi bayi itu dengan sangat serius memegang biskuit itu dan menggigitnya sedikit demi sedikit. “Althea…”

