Bab 122

3018 Words

Perjalanan pulang ke penginapan berjalan perlahan, Matteo mengemudi, Zenia duduk di sampingnya sambil memegang beberapa kantong belanja dari pasar Athena. Udara sore yang hangat menyapu rambut Zenia, membuatnya tersenyum santai. Tiba-tiba, dari mobil yang berjalan pelan di samping mereka, seorang lelaki menatap Zenia terlalu dekat. Senyumannya menyiratkan niat menggoda, dan ia menepuk bahunya ketika mobil mereka berhenti di lampu merah, “Hai, cantik, boleh aku minta nomor teleponmu?” Zenia menoleh, merasa terganggu, “Maaf, saya sudah menikah,” katanya dengan tegas tapi lembut. Matteo yang mendengar itu langsung menegang. Wajahnya berubah serius, matanya menyipit, rahangnya mengeras. Tanpa menunggu, Matteo menepikan mobil lebih dekat ke mobil lelaki itu dan menatapnya tajam. Dalam bahas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD