Bab 99

353 Words

Matteo membuka matanya perlahan ketika merasakan tangan Zenia berhenti mengusap rambutnya. Ia mengangkat kepala sedikit dan melihat arah pandang Zenia yang kembali tertuju pada kandang anjing kecil itu. Anjing tersebut merengek pelan, menggerakkan tubuhnya seolah meminta perhatian. Zenia refleks tersenyum, membuat d**a Matteo kembali terasa tidak nyaman. Ia menghela napas pelan, lalu duduk tegak dan menatap istrinya dengan sorot mata yang jelas tidak senang. “Zenia,” panggil Matteo dengan suara rendah, berusaha tetap tenang. Zenia menoleh. “Hm?” “Kamu baru duduk sebentar,” ucap Matteo sambil menggeser tubuhnya lebih dekat. “Dan matamu sudah ke sana lagi.” Zenia terkekeh kecil. “Dia lucu, Matteo. Kasihan sendirian di kandang.” Matteo mendengus pelan. “Kasihan?” Ia menyandarkan punggung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD