Bab 98

347 Words

Matteo akhirnya mengalihkan pandangannya dari anjing kecil itu dan menatap Zenia. Wajahnya masih datar, tapi sorot matanya jelas menyimpan sesuatu yang tertahan. Ia menggeser tubuhnya sedikit lebih dekat, lalu menarik napas dalam sebelum membuka suara. Dengan nada yang dibuat setenang mungkin, Matteo meminta agar anjing kecil itu dimasukkan ke dalam kandangnya dulu. Bukan karena ia membenci hewan itu, setidaknya itu yang ia coba yakinkan pada dirinya sendiri, melainkan karena ia ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Zenia. Menonton film, tanpa gangguan, tanpa ada bulu putih hitam yang terus merebut perhatian istrinya. Zenia menoleh, sedikit terkejut mendengar permintaan itu. Tangannya berhenti mengelus bulu anjing tersebut. Ia menatap Matteo beberapa detik, mencoba membaca ekspresi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD