Ayu sedang menyiapkan sarapan ketika terdengar bunyi bel di luar. Tari bergegas keluar dan kembali lagi dengan tergopoh-gopoh. “Bu Dokter, ada Mas Ali di depan. Sepertinya sakit,” lapor Tari. “Ali? Sakit?” “Iya. Di ruang tamu.” “Kenapa, Nduk?” ibunya muncul melihat gelagat Tari. “Kata Mbak Tari ada Mas Ali di depan. Sakit.” “Biar Mama lihat dulu,” Bu Halimah menuju ruang tamu untuk mengecek. Bu Halimah menggelengkan kepala melihat menantunya merebahkan tubuhnya di sofa, kemudian kembali masuk ke dalam. “Sepertinya memang sakit. Kamu periksa dulu saja. Biar Mama temani.” Ayu menimang sesaat, lalu mengambil peralatannya dan keluar. Di sofa, tampak suaminya yang akan segera menjadi mantan begitu kepayahan sekedar untuk duduk tegak. Wajahnya memerah seakan menahan demam. “Ayu,” gu

