Bab 58: Perempuan Terhebat

1179 Words

Ali merasa begitu bersyukur, akhirnya memutuskan untuk ke rumah Ayu. Ia sudah keluar dari rumah orangtuanya dan berpamitan sejak semalam. Hanya saja ia tak memerlukan waktu semalaman untuk mengumpulkan keberanian mengetuk pintu rumah istrinya itu. Semalam, ia menumpang tidur di masjid. Dan setelah subuh, baru ia berjalan menuju rumah Ayu. Badannya sudah demam sejak semalam. Tapi ia tetap memaksakan diri untuk berjalan dan menolak bantuan takmir masjid yang hendak mengantarkannya. Kini, badannya sudah lebih segar. Demamnya sudah perlahan surut meski suhu tubuhnya masih terasa hangat. Ali duduk di ruang keluarga dengan wajah sumringah menyaksikan anak-anaknya dengan kesibukannya masing-masing. “Mama, aku sudah selesai,” Azka bangkit hendak menunjukkan pekerjaan rumahnya pada ibunya yang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD