Ayu keluar dari kamarnya dengan pakaian terbaiknya. Make-up tipis membungkus wajah ayunya. Keempat anaknya pun sudah rapi dan wangi sejak tadi. Mereka tertawa senang melihat ibunya begitu cantik membuat Ayu salah tingkah sendiri. “Gak usah begitu sih liatin Mamanya.” Bu Halimah tertawa melihat putrinya salah tingkah oleh putranya sendiri. “Cantik ya Mama.” “Banget. Kenapa baru sekarang sih, Ma, kelihatan cantik bangetnya,” kata Rayhan. “Ini anak, Mama cubit nanti bibirnya,” kata Ayu. Rayhan tertawa menghindar dari tangan mamanya yang sudah siap mencubitnya. “Aku seneng kalau lihat Mama senyum terus, gak sedih lagi,” kata Azka. Ayu tersenyum. “Makasih ya, Sayang. Semua juga berkat Azka dan adik-adik.” “Mama, itu mobil Om Elang,” kata Naufal girang. “Hadiahku datang,” teriak Tegar.

