Bab 123 Hadiah Pengikat

1260 Words

Ayu menutup teleponnya, dan melirik ayahnya yang tersenyum penuh arti padanya. “Sebentar lagi jenazahnya dibawa. Sudah ada yang mengurus berarti kewajiban kita sudah gugur. Kamu bisa langsung pamit aja gak apa-apa. Masih cukup waktu untuk pelayanan pasien kan?” Ayu mengangguk. Meski mereka sama-sama tahu bukan itu alasan utama Ayu memilih turun untuk masuk bekerja di saat ada berita duka seperti saat ini. “Kalian mau ikut Eyang atau Mama?” tanya Pak Rohmat pada dua cucunya. “Mama mau kemana?” “Mama mau pulang dulu, terus mau ke puskesmas..” “Ikut Mama pulang aja.” Setelah jenazah dibawa ke pemakaman, Ayu berpamitan karena harus dinas. Tak ada yang menggantikannya di puskesmas. Meski Zara bahkan tak mempermasalahkannya, tapi ia tak ingin berselisih dengan Elang hanya karena seharian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD