Bab 73: Potongan Puzzle

1152 Words

Untuk pertama kalinya, Elang duduk di kafe rumah sakit bersama tiga orang anak kecil. Ia tahu ada banyak mata yang menatapnya penuh tanda tanya. Tapi Elang memilih tak mau tahu seperti biasanya. Ia sendiri tak habis pikir mengapa justru dirinya yang ditelepon anak-anak ini untuk membantu ibu mereka. Tapi ia juga bersyukur, bisa menjadi bagian dari cerita bocah kecil ini. Elang membiarkan ketiganya memesan apapun yang mereka inginkan, dan menungguinya dengan sabar. Ia ingin Azka dan Rayhan bocah ini bisa bergembira lagi setelah krisis yang baru saja mereka hadapi. Rasanya masih sulit dipercaya bagaimana bisa bocah sekecil itu melakukan pertolongan pertama pada ibunya yang terluka. “Azka, kamu belajar pertolongan pertama tadi dari siapa?” tanya Elang. “Mama. Aku pernah lihat Mama kasih p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD