Tak ada yang menyangka, siang itu, akan ada tangis dari satu-satunya anak di rumah itu. Kedua orang tua itu sungguh tak pernah bermimpi, anak perempuan mereka satu-satunya akan pulang ke rumah dengan tangis pilu sembari membawa keempat anaknya. Tak ada suaminya yang mengantarkan Ayu. Laki-laki yang kepadanya, Pak Rohmat dan Bu Halimah mempercayakan satu-satunya putri mereka entah kemana. “Azka, Rayhan, Naufal ayo makan dulu. Tante Reta juga makan dulu. Udah jam makan siang,” Bu Halimah mempersilakan tamunya dan ketiga cucunya. “Naufal mau sama Mama.” “Sekarang makan sama Kakak, sama Tante Reta dulu. Mama nanti nyusul. Mamanya gak boleh diganggu dulu.” “Memang mamanya sakit?” “Iya. Kamu harus makan, biar gak sakit. Kasian mamanya kalau kalian sampai sakit.” Ketiga bocah itu akhirnya

