Bab 217: Jeda Sesaat

1249 Words

Adeeva menjadi yang paling bergembira atas kepulangan ayahnya dari rumah sakit. Kali ini, ayahnya tampak lebih segar dan bercahaya. Dia sendiri tak bisa ikut menunggui karena harus menjaga Haidar dan mempersiapkan ujian akhirnya. “Abi, Diva senang Abi akhirnya sembuh.” Ali hanya tersenyum. Badannya memang terasa lebih baik. Napasnya pun tak seberat sebelumnya. Ali bisa merasakan tubuhnya terasa jauh lebih baik. Jika tak bisa dikatakan normal seperti semula, tapi tak seberat biasanya. “Gimana sekolahmu?” “Baik. Tinggal ujian akhir saja mulai Senin ini. Ujian prakiknya udah semua.” “Bisa semua ujiannya?” Adeeva mengangguk. “Doakan Diva ya, Bi, Biar Diva langsung dapet kerja yang bagus setelah lulus jadi bisa bantu Abi, Ummi, dan Haidar.” Ali menatap sendu putri satu-satunya itu. “Maaf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD