Adeeva menjadi yang paling bergembira atas kepulangan ayahnya dari rumah sakit. Kali ini, ayahnya tampak lebih segar dan bercahaya. Dia sendiri tak bisa ikut menunggui karena harus menjaga Haidar dan mempersiapkan ujian akhirnya. “Abi, Diva senang Abi akhirnya sembuh.” Ali hanya tersenyum. Badannya memang terasa lebih baik. Napasnya pun tak seberat sebelumnya. Ali bisa merasakan tubuhnya terasa jauh lebih baik. Jika tak bisa dikatakan normal seperti semula, tapi tak seberat biasanya. “Gimana sekolahmu?” “Baik. Tinggal ujian akhir saja mulai Senin ini. Ujian prakiknya udah semua.” “Bisa semua ujiannya?” Adeeva mengangguk. “Doakan Diva ya, Bi, Biar Diva langsung dapet kerja yang bagus setelah lulus jadi bisa bantu Abi, Ummi, dan Haidar.” Ali menatap sendu putri satu-satunya itu. “Maaf

