Di dalam ruang perawatan. Clark tengah berdiri di sisi ranjang pasien, sambil memandangi Valerie, yang tengah terpejam di atas ranjang tersebut. Wajahnya masih terlihat pucat, dengan jarum infus yang menempel di tangannya. Di sisi lainnya juga, nampak Cedric, yang tengah duduk di bawah dan bersandar pada nakas, sembari menggenggam sebuah wadah bertutup biru, dengan gumpalan darah di dalamnya. Tatapan matanya terlihat kosong dan ia, tidak bergerak sedikitpun dari posisinya, sejak masuk ke dalam ruangan ini. Helaan napas yang begitu berat Clark lakukan. Meskipun rasanya masih sulit ia untuk dapat percaya. Akan tetapi, semua yang terlihat di depan mata kepalanya sendiri, sudah cukup menjelaskan apa yang terjadi. Dan bagian mirisnya lagi, karena ia yang lebih dewasa, ia yang sakit. Tetapi ia

