Usaha yang Terasa Sia-sia

1211 Words

Esok harinya. Cedric berada di meja makan dengan pakaian yang sangat rapi. Bahkan lebih rapi dari hari-hari biasanya. Sebuah jas biru tua yang dikancingkan semua dan juga celana panjang, dengan warna yang senada. Belum lagi dasi yang terikat di kerah kemeja putihnya juga. Rambut klimis yang ditata ke belakang. Gayanya sudah persis Clark saja. Tidak slengean. Apalagi urakan seperti hari-hari sebelumnya. "Ada apa denganmu??" tanya Clark yang sudah sangat penasaran, dengan perubahan yang dibuat oleh adik laki-lakinya tersebut. "Tidak ada apa-apa," jawab Cedric sembari melahap roti dengan gigitan yang cukup besar. "Kenapa tumben sekali, kamu berpenampilan rapi seperti ini??" tanya Clark untuk lebih memperjelas lagi. "Kalau mau pergi bekerja. Memang harus berpenampilan rapi kan??" balas Ce

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD