94. Sesuai Prediksi

1541 Words

Pertemuan sore itu berlangsung dalam keheningan yang janggal. Udara di ruangan mewah itu terasa berat, dipenuhi oleh segala hal yang tak terucap. Tatapan keluarga Hamdani dan Kartanegara saling menghindar, sementara senyum formal yang dikenakan semua pihak terpaku kaku di wajah mereka. Vanessa sama sekali tidak berusaha menyembunyikan kekecewaannya. Bibirnya menyungging masam, matanya yang tajam sesekali melirik ke pintu seolah masih berharap seseorang muncul. Padahal dia sudah berulang kali mengingatkan Diwangga untuk membawa Yudistira hadir. Nyatanya, sang ayah pun tampak tak berdaya menghadapi kemauan anaknya. "Bagaimana mungkin kita membicarakan masa depan anak-anak kita ...." Suara Hamdani akhirnya memecah kesunyian, nadanya datar namun penuh tekaan, "Sementara Yudistira bahkan tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD