35. Tes Kehamilan

2291 Words

Sherry membalikkan badan dengan gerakan cepat, tangannya meraih gagang pintu kayu yang dingin, dan menutupnya dengan bunyi yang tegas. Ia tidak mau David melihat siapa yang berdiri di teras rumah mereka. Pintu itu sekarang menjadi penghalang, antara masa lalu yang tidak ingin ia ingat dan masa depan yang baru saja mulai ia bangun. Kini ia menatap pria di depannya. Raymond masih berdiri di teras kayu, di tempat yang sama, dengan posisi yang sama, seolah ia tidak bergerak sedetik pun sejak Sherry menutup pintu. Jaket kulit hitamnya tampak gelap di bawah cahaya lampu teras yang mulai menyala penuh, kuning hangat, menciptakan bayangan panjang di wajahnya yang teduh. Tatapan matanya masih tertuju pada Sherry. Tidak bergerak. Tidak berkedip. Sherry menarik napas. Udara senja yang dingin m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD