34. Sosok Di Teras

2582 Words

Ivana membuka pintu kamar dengan gerakan kasar. Pintu kayu jati itu membentur dinding pelan, meninggalkan suara yang menggema di ruangan yang sunyi. Raymond berdiri di dekat jendela, punggung menghadap pintu, tangannya di saku celana. Ia tidak menoleh. Seolah ia sudah tahu siapa yang datang. Seolah ia sudah menunggu. Ivana berjalan mendekat. Gaun sutranya berkibar lembut di pergelangan kakinya, tapi langkahnya tidak lembut. Ada amarah di setiap derap sepatu hak tingginya, ada ketakutan yang berusaha ia sembunyikan di balik kemarahan. "Dia tidak mungkin hamil!" Ivana menyembur, suaranya tajam, memotong keheningan seperti pisau. Raymond menoleh. Matanya menyipit, menatap istrinya dengan ekspresi yang tidak bisa Ivana baca. Tidak marah. Tidak terkejut. Hanya dingin. "Jika dia benar-benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD