38. Suami Orang yang Posesif

2063 Words

"David." Raymond mengangguk pelan, suaranya tenang, tidak canggung. Sherry berdiri di antara mereka, tidak tahu harus ke mana. Dadanya sesak. Tangannya dingin, bukan karena angin laut, tapi karena ketakutan yang tidak bisa ia sembunyikan. David berjalan mendekat. Matanya bergerak dari Raymond ke Sherry, dari Sherry ke Raymond. Wajahnya masih segar, masih polos, wajah remaja yang belum banyak melihat kegelapan dunia. Ia tersenyum. Senyum yang ramah, yang tidak tahu apa-apa. "Anda sudah di sini? Sejak kapan?" tanyanya. "Kemarin." Raymond menatap David dengan mata yang sulit dibaca. "Lalu aku bertemu dengan kakakmu." David tersenyum lagi. Matanya berbinar, mungkin karena senang melihat wajah familiar di kota asing, mungkin karena ia masih menganggap Raymond sebagai orang baik yang pernah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD