40. Pukulan Kekecewaan

2164 Words

Minggu pagi di rumah kecil itu terasa hangat, David dan Aleta sudah bangun membersihkan rumah, sementara Sherry membuat sarapan pagi. Di dapur, Sherry sibuk memasak. Aroma telur dadar dan roti panggang mulai menguar, bercampur dengan wangi kopi yang ia buat untuk dirinya sendiri dan teh untuk Aleta. Ia bekerja dengan gerakan otomatis, tapi pikirannya tidak di sini. Pikirannya melayang ke tadi malam, ke teras, ke ciuman di bawah lampu teras, ke tangan Raymond yang memeluk pinggangnya, ke bibirnya yang hangat dan basah. Kenapa aku membalasnya? Kenapa aku tidak mendorongnya? Kenapa aku ... Ia menggelengkan kepala, mengusir pikiran itu, dan terus memasak. Pria itu benar-benar mengacaukan pikirannya. Sesekali Aleta melirik ke arah Sherry yang berada di dapur, lalu ke arah David yang sedang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD