68. Mayza Dihabisi

1325 Words

Ruang bawah tanah itu dingin. Bukan karena suhu, melainkan karena aura yang menggantung di udara. Bau lembap bercampur logam menyengat indra penciuman. Lampu putih menggantung di langit-langit, memantulkan bayangan tajam pada dinding beton. Mayza berlutut di tengah ruangan. Pergelangan tangannya terikat ke belakang, tubuhnya gemetar hebat. Rambutnya berantakan, wajahnya pucat pasi. Semua keberanian, semua dendam, semua rasa puas yang dulu membakar dadanya kini lenyap tanpa sisa. Di hadapannya berdiri Elvano Demian. Tatapan pria itu datar, nyaris tanpa emosi. Tidak ada amarah yang meledak-ledak. Justru ketenangan itulah yang paling menakutkan. Elvano melangkah mendekat. Sepatu hitamnya berhenti tepat di depan Mayza. Ia menunduk sedikit, lalu dengan satu tangan mencengkeram rahang wani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD