Bab 109. Kehangatan Sisa Semalam

1655 Words

Matahari pagi menembus celah gorden kamar utama, mengirimkan garis-garis cahaya keemasan yang menari-nari di atas seprai sutra. Aroma lavender yang menenangkan bercampur dengan aroma maskulin yang khas, menciptakan suasana damai dan hangat. Aura terbangun dari tidur yang sangat nyenyak dan berkualitas, tidur terbaik yang ia rasakan selama berbulan-bulan terakhir. Ia membuka mata, tapi tubuhnya terasa berat, bukan karena kelelahan, melainkan karena pelukan erat yang melingkari pinggangnya. Ia menoleh ke samping. Tepat di depannya Firdaus masih pulas dalam tidurnya, napasnya teratur dan tenang. Wajahnya yang damai, dengan bulu mata lentik dan garis rahang yang tegas, terlihat sangat polos. Janggut tipisnya yang sempat ia abaikan semalam menambah kesan liar, tapi tetap lembut pada penampilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD