Bab 108. Menyatu Kembali

2126 Words

Jarum jam di dinding ruang tunggu ICU sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Euforia kelegaan pasca operasi perlahan berganti menjadi keheningan malam rumah sakit yang khas. Aura masih duduk di kursi rodanya, menatap punggung Meisya yang berdiri mematung di depan kaca pembatas, seolah tak pernah berkedip karena pandangannya terus tertuju pada sosok Victor di dalam sana. Firdaus berjongkok di hadapan istrinya, merapikan selimut tipis untuk menutupi kaki Aura. Selimut itu ia ambil dari mobil dua jam yang lalu. Wajah Firdaus tampak lelah, tetapi matanya memancarkan ketenangan yang sudah lama hilang. "Sayang, kita pulang ya?" bujuk Firdaus lembut, mengelus punggung tangan Aura. "Tapi, Mas, aku masih mau nunggu Kak Victor sampai dia sadar." "Dokter kan tadi bilang kalau Victor butuh istir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD