Kau ingin Aku melihatnya Sebagai Pria yang…

3408 Words

"Maaf kalau selama ini aku tidak benar-benar tulus menganggapmu kakak ipar." Hana tersenyum samar, sebuah senyuman yang melucuti sisa-sisa kepolosannya di bawah cahaya lampu dapur yang benderang. Jari-jarinya yang lentik memutar perlahan cangkir teh porselen di hadapannya, mengamati pusaran air kecokelatan itu seolah sedang meramalkan masa depan yang baru saja ia hancurkan sendiri. Jevas duduk membeku di kursi bar. Udara di sekitarnya mendadak terasa ditarik keluar. Otaknya yang selalu bekerja cepat dalam memproses angka dan strategi bisnis kini terasa tumpul, dipaksa mencerna pengakuan telanjang dari wanita yang selama ini ia lindungi mati-matian. "Dan dalam beberapa situasi..." Hana melanjutkan, suaranya mengalun pelan namun memiliki ketajaman sebuah silet yang menyayat kulit tanpa be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD