Kau Memanfaatkan Ku dengan…

3456 Words

"See? Terdiam." Suara Jevas memecah keheningan yang membeku di dalam ruang kerja itu, nadanya dipenuhi oleh kepuasan yang gelap dan beracun. Sang CEO menyeringai tipis, menikmati kemenangan sesaatnya. "Ternyata pisau bedahmu tidak setajam saat digunakan untuk membedah masa lalumu sendiri, Dokter Abimana." Di balik meja mahoninya, Abimana Trisatya mencengkeram tepi meja dengan kedua tangan hingga buku-buku jarinya memutih pasi. Ingatan tentang mendiang istrinya, bunyi nyaring monitor jantung yang mendatar, bau antiseptik yang menyesakkan, dan rasa bersalah yang menggerogotinya selama bertahun-tahun karena gagal mendeteksi aneurisma di otak wanita yang ia cintai, kembali menghantamnya tanpa ampun. Namun, rasa duka itu dengan cepat tergantikan oleh kemarahan murni yang membakar urat nadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD