"Aku bukan pewaris tahta. Jangan terlalu berlebihan mendramatisir keadaanku." Arunaya menjawab pertanyaan tajam suaminya itu dengan nada yang luar biasa ringan, seolah Jevas baru saja menanyakan cuaca hari ini. Wanita itu terus melangkah menyusuri aspal jalanan desa yang mulai menghangat, sama sekali tidak terintimidasi oleh tatapan kelam sang kaisar bisnis di sebelahnya. Aru melirik sekilas ke arah tas anyaman rotan yang kini berada dalam genggaman kokoh suaminya, lalu kembali menatap lurus ke depan. "Kekayaan peninggalan kakekku tidak sebanding dengan kekayaan kakekmu," lanjut Aru, mematahkan teori konspirasi Jevas dengan realitas yang logis. "Mavendra Group adalah gurita bisnis internasional. Sedangkan kakekku? Dia hanya seorang pria desa yang beruntung memiliki insting dagang yang

