Artha suka sama Reta. Iya, kan? Iya dong. Insting Reta kali ini kuat sekali sampai - sampai berani mengkhayalkan masa depan yang lebih jauh dengan gerangan. Ya, sepulang dari kampus hari itu Reta tambah yakin jika Kak Artha ada rasa padanya, entah itu suka, sayang, atau mungkin ... cinta? Tapi yang jelas gelagat Kak Artha menunjukkan hasrat tertarik padanya. Dan Reta bersemoga agar semua asumsi kuatnya itu bukan sekadar bentuk dari kegeerannya saja. Please ... Reta sudah baper. Sudah berharap dan yakin sejauh ini, masa harus patah oleh makna dari 'kegeeran' hakiki? Walau sebagian diri Reta tahu, patah hati terbesar adalah akibat dari kekecewaan atas harap diri sendiri terhadap orang lain yang terlalu tinggi. Cuma, ya ... gimana? Hati Reta sudah jatuh, dan itu di pelukan Artha sec

