Hari itu ... di sepertiga malamnya Artha terbangun. Rutinitas Artha ketika jam menunjukkan pukul setengah tiga. Pagi buta Artha beranjak ke kamar mandi asrama. Artha selalu mengambil air wudhu untuk sholat malamnya. Namun, saat ini ... tahajud Artha diikuti oleh istikhorohnya. Sungguh. Keresahan hati Artha ingin dia validasikan. Apa benar itu karena 'menyukai' kaum Hawa? Atau sebatas nafsuu golongan Adam semata? Bagi Artha, perasaannya saat ini tidak bisa dianggap angin lewat saja. Tidak bisa asal dikata 'iya, dia sedang jatuh cinta'. Nggak! Ukuran jatuh cinta bagi Artha tinggi nilainya. Sejauh ini dia belum pernah alami hal itu, sebab selalu berhasil Artha jaga pandangan, hati, dan kecintaannya terhadap perempuan. Artha sukses hingga dia tiba di semester 6 kuliahnya. Tapi, kenap

