"Artha, Reta, sini!" Itu kata Papa Arka yang datang di setelah kosong piring - piring sarapannya Artha dan Reta. Dengan sulit, Reta berjalan hampiri papanya. Duh, kelihatan tidak ya gaya berjalan dia yang agak ... ini karena something? Bahkan dalam diamnya Reta meringis-ringis kecil, akibat tubuh yang ngilu di bagian ini dan itu. Artha sudah duduk lebih dulu di ruang keluarga yang Papa Arka awali, lalu Reta menyusul dan duduk di sebelah suami. "Papa sama Mama punya hadiah pernikahan untuk kalian." "Wah ... apa tuh, Pa?" Ini Reta. Amplop hasil kondangan orang-orang saja belum dibuka, rencananya siang ini, soalnya semalam Kak Artha lebih tertarik unboxing Areta. Well, Kak Artha cuti kerja. "Nah, tolong diterima, ya. Awas loh, jangan ditolak." Yang Arka serahkan hadiahnya. Oh iya, Net

