62. ARETA II

1011 Words

Sementara itu ... Di hari bahagia putrinya, Neta merasakan rambatan sesal atas kesalahan dia yang lalu. Pun, dengan Arka. Mendengar ijab kabul yang lain dari yang Artha sebut atas Areta binti Neta, rasanya ... malu. Neta malu. Sedih, Arka membuat putrinya yang berharga jadi merasakan aibnya juga. Oh, tidak. Bukan Areta, dia bukan aibb keluarga. Tapi cara dari bagaimana Reta hadir ke dunia adalah salah orang tuanya. Kasihan sekali, anak yang tak tahu apa-apa jadi harus menanggung malu yang serupa. Maaf. Neta sungguh menyesal. Maaf. Sesal yang Arka punya jauh lebih dari sesal yang dimiliki istrinya. Mereka tinggal di negara yang tabu akan kehamilan di luar pernikahan. Agamanya pun tak membenarkan. Tapi Arka, juga Neta, membuat Areta hadir karena khilafnya. Sayang. Maafkan. Y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD