Waktu itu, hari-hari lalu di setelah hari rabu. Alan dipanggil kakaknya, disuruh datang ke rumah gerangan tanpa sepengetahuan Areta. Duduknya Alan di sana, di saat itu, adalah waktu di mana Arka tanyakan, "Artha itu orang yang seperti apa? Katanya dia temen kamu, ya?" Ah, sudah Alan duga. Ayah dari Areta tengah menggali info terkait kandidat jodoh yang datangi rumah beliau untuk meminta Areta. "Bukan sekadar temen sih, Kak. Tapi udah klop banget kayak sahabatan dari orok, padahal aslinya ketemu pas masuk kampus dan jurusan yang sama." "Ya, terus? Gimana? Dia seperti apa?" "Baik." Alan mengusap dagunya. "Kategori baik yang bener-bener baik, selama Alan kenal Artha sih dia orangnya sabar banget, tapi sering pasrah jadi kesannya nyebelin." "Selain itu? Agamanya gimana?" Alan ubah posi

