Reta mematung. Mengerjap kala tangan Kak Fajar mengusap kepalanya lembut, bahkan pria itu tersenyum. Ya, baru saja ... Fajar mengecup Reta tanpa aba-aba. Ini yang pertama. Reta bingung harus bereaksi bagaimana. "Masuk, gih." Kikuk. Reta menggeleng. "Masuknya nanti kalo Kakak udah jalan." Fajar tertawa. "Di sana ada Artha. Sebelah kiri, nengok deh." "Ya?" Praktis Reta menoleh. Detik di mana dia melihat mobil kakek yang dikendarai Om Alan parkir di sana, terlihat jelas dari jendela depan mobil itu ... Artha duduk di dalamnya. Astagfirullah. "Ya udah, Kak, aku masuk ya." Fajar pun mengangguk. "Kakak hati-hati di jalan." Sekali lagi Fajar elus kepala Reta, menatap lembut kekasihnya, dengan lengkung sabit di mata pun bibirnya. Jujur, melihat bagaimana cara Artha memandang Areta di

