Ingat, tidak? Waktu rundingan soal Artha, Alan, Qaila, dan Reta, di warung seberang kampus syari'ah, Fajar sibuk dengan ponselnya, waktu di mana dia tak ikut serta obrolan Alan dan Artha. Sebelum kemudian dia ikut nimbrung di sana, saat Fajar letakkan ponsel di meja, dia menyeletuk segelintir kalimat ... "Lagi bahas Reta, ya? Setuju sih sama Alan." Menatap Artha yang saat ini diam. "Sekarang gini, Tha. Lo kata 'belum', dan nanti pas tiba saatnya lo usaha, apa kabar kalo Aretanya ternyata udah gak lagi berpusat di lo?" Bukan tanpa alasan Fajar mengatakannya. Tapi tidak juga atas dasar 'mau maju dekati Reta'. Saat itu dia masih iseng kirim chat kepada Areta. Fajar punya kontak Reta sejak ngecamp yang mana baru kali ini Fajar kirimkan pesannya. Dan saat ini dia sedang bercerita, waktu di

