"Ngh ..." Artha mendesah. Reta yang merinding dan kaku dalam dudukkannya. Terlebih saat kulit lehernya merasakan embusan napas panas yang tak berkesudahan, selagi mata Kak Artha masih terpejam. Ya ampun! Kuat-kuat Reta menahan diri supaya tidak copot dan terjun ke lambung jantungnya, kala di mana Reta mulai merasakan gesekan hidung di batang lehernya. Astagfirullah ... Kak Artha boboknya nakal. Uh! Reta tergelitik. Sebab nampaknya wajah Artha membenamkan diri di ceruk leher Areta. Ini kalo Kak Artha membuka mata, pasti kaget. Atau malah menggelinding jantungnya menggusur ginjal. Reta sudah soalnya, kaget banget sampai detakan jantung tak bisa dia kendalikan lagi. Berikut debaran hati yang tambah meningkat seiring napas Kak Artha berembus di sana. "Reta--" "Ssst!" Dipangkasnya su

