Tidak sekali pun Kila terlihat bisa menjalani hari-harinya seperti biasa semenjak Ghina dikabarkan harus menerima ujian berupa sakit. Gadis itu kebanyakan melamun, menyendiri, menutup dan memutus segala interaksinya dengan orang lain. Seperti saat ini, ia memilih menepi ke taman rumah sakit tanpa memberitahu siapapun, bergelut dengan bisingnya isi kepala. "Gua cari dari tadi, La. Ternyata lo duduk di sini." Suara serak itu terdengar lega, bersama helaan napas remaja laki-laki itu menyampaikan rasa syukurnya. "Kamu mencariku?" Sementara Kila yang tiba-tiba diberitahu informasi singkat bahwa ada yang sengaja mengitari rumah sakit hanya untuknya jelas saja terkejut. "Lo hilang mulu, heran!" Tetapi bukan Aldi namanya bila tidak bisa menemukan Kila. Dimana pun gadis itu bersembunyi, tia

