Anggota Keluarga Baru.

1035 Words

"Perutku, apa yang terjadi dengan perutku, Mas?" "Mas, kenapa diam saja? Bayiku dimana?!" Tanpa bisa Ghina tebak akan dibawa ke mana usai ia bertanya kepada Zalman mengenai bayinya, ia hanya mengikuti dengan perasaan khawatir. Mata Ghina awas, menatap kesana kemari. Zalman sibuk mendorong kursi roda milik sang istri menuju suatu tempat. Sejak tadi ia hanya diam, tak banyak bicara. Sampailah mereka di depan ruangan yang dindingnya terpasang kaca besar sekali. Ada plang di atas pintu, bertuliskan NICU. "Ke-kenapa kita datang kemari, Mas?" Lama diam karena takut pertanyaannya akan mendapatkan jawaban tak sesuai, kini jantung Ghina semakin berdegup kencang. Zalman menanggapi rasa penasaran Ghina dengan tenang. "Bukankah mereka sangat lucu?" "I-iya, aku setuju. Lalu kenapa?" "Ada salah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD