Zalman menatap lama putrinya yang masih belum bicara apa-apa. Tatapan teduh penuh kasih, perasaan yang tidak mampu dijelaskan hanya dengan kata-kata sederhana belaka, ia curahkan dalam diam. "Kamu sudah makan, La?" tanya Zalman. Alih-alih segera bertanya untuk keperluan apa Kila mendesaknya bertemu, Zalman membahas hal lain. Kila sempat terperanjat kaget mendapati pertanyaan secara mendadak seperti itu. "Su-sudah, Pa." jawabnya, terbata-bata. "Bagaimana dengan adikmu yang lain?" Tidak selesai sampai di sana, Zalman juga mencari tahu kabar yang lain. Menandakan bahwa tidak ada yang berbeda dari pola asuhnya. Semua memiliki posisi yang sama, sama dicintai juga dipedulikan olehnya tidak hanya seorang saja. Kila yang semula tertunduk takut mengangkat pandangannya pada Zalman, tetiba-tib

