Sebelum Terlambat.

1025 Words

Usia menutup panggilan telponnya dengan Zalman, Kila bersiap. Gadis itu menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan-lahan, menenangkan hatinya terlebih dahulu sebelum memulai rencananya. Ia bahkan tidak ragu untuk membolos hari ini hanya demi bisa bicara dengan sang papa. Sesuatu yang sudah ia tahan sejak kemarin. "Lo yakin mau kasih Om Zalman soal ini, La?" Aldi, yang memang sudah menyadari gadis itu akan bertindak demikian terus mencoba mencegat tindakan Kila. Berusaha menyadarkan gadis itu agar tidak gegabah dan terburu-buru, seperti ini. Menurut pandangannya, harus ada beberapa hal yang kembali dipastikan lagi. "La, jawab pertanyaan gua dulu!" "Please, jangan bertindak semau lo!" Setidaknya, menurut Aldi, apa yang Kila lakukan haruslah dipikirkan terlebih dahulu, pahami

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD