Tertidur Pulas.

1027 Words

Mata Zalman bagai diset untuk tak berkedip, barang sekalipun, agar tidak kehilangan sedetikpun momen berharganya bersama wanita ini. Wanita yang sukses mengacaukan kewarasannya. "Berhenti melihatku dengan tatapan intens seperti itu, Mas," pinta Ghina, mulai malu dan salah tingkah. "Aku jadi merasa ada yang salah denganku." Tebaknya, saat ini pasti wajahnya memerah. Mirip kepiting rebus, Zalman suka mengejeknya begitu. "Enggak ada yang salah, kok. Kamu masih sama cantiknya." "Mas!" Digoda seperti itu membuat Ghina merasa ingin memukul Zalman saat ini juga. "Saya membawakan sesuatu, untukmu," kata Zalman, sembari mengeluarkan apa yang ia miliki untuk diperlihatkan pada sang istri. Ghina mencium aroma lezat bubur kesukaannya dari dalam wadah bekal yang Zalman bawa. "Huah! Apa kamu mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD