Tekad Putra Zalman.

1044 Words

Ghina baru saja selesai shalat subuh, menangkap radar suara riuh dari ruang tamu. Saat memastikan bahwa ia tak salah dengar, Ghina melihat Calvin dan Zalman yang sedang berbincang. Keduanya sudah bangun, rapi berpakaian, sangat jauh dari biasa tidak ada lagi merk brand di sana sudah membaur dengan penduduk di desa. "Lalu, bagaimana dengan kuliahmu?" Percakapan sampai pada Zalman yang bertanya soal pendidikan putranya. Matanya menatap penuh. Usai meletakkan gelas tehnya di meja, putra sulung Zalman itu menjawab tenang. "Calvin mengambil kelas malam, Pa. Pagi harinya, Calvin akan bantu Papa." "Semuanya sudah Calvin pikirkan dan atur sebaik mungkin. Ini tidak akan mengganggu pendidikan Calvin sama sekali." "Calvin akan penuhi yang Papa inginkan, jadi tolong ijinkan juga Calvin melakukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD