Untuk waktu yang dirinya juga tidak tahu seberapa lama, Ghina merasa tubuhnya rileks sekali. Terlampau ringan, namun sulit digerakkan. Ghina berusaha mengingat apa yang sempat menimpanya, bagaimana ia bisa berada di sana, meski sulit. Kemudian menyadari bahwa ia sempat tidak sadarkan diri. Pertemuanya dengan Asisten Zalman! "Kamu sudah sadarkan diri, Ghina?" Rintihan yang keluar dari bibirnya membuat wanita bergaun putih selutut yang masih terus menatapnya tanpa berkedip menunggunya bangun itu menyadari bahwa ia telah sadar. "Aku di mana?" hanya mengatakan sepatah kata itu saja membuatnya meringis sakit. "Ya Allah, sakit." Ada apa dengan tubuhnya? Mengapa begitu lemah, tidak bertenaga? "Ada apa? A-ah, tidak, tidak perlu dijawab. Jangan dulu bicara, biar kupanggilkan dokter saja!"

