Sesampainya di rumah sakit, kebahagiaan yang Ghina dapati akhir-akhir ini karena dapat menghabiskan waktu dengan Zalman berubah drastis, menjadi ketegangan yang serius. Zalman dapat menangkap dengan jelas perasaan macam apa yang dimiliki oleh istrinya. Takut, gelisah, enggan berada di sana. Tetapi sayangnya, ia juga tak mampu melakukan apa-apa. Usai mendaftarkan Ghina, keduanya pergi ke ruang rawat. Meletakkan segala peralatan dan beberapa barang yang dibawa karena habis menjalani kemoterapi, Ghina akan dipantau dan mendapatkan perawatan lebih dulu sebelum kembali diijinkan pulang. "Suster memintamu berganti pakaian. Mau saya temani?" tawar Zalman, terus menggenggam tangan Ghina, di sisinya. "Saya bantu gantikan, ya?" Pria itu berjanji tidak akan meninggalkan Ghina sendiri. Mereka ak

