Rapat Dadakan.

1039 Words

Zalman mengerjap. Matanya kering nan panas, jari-jarinya mulai mengalami kekakuan. Sudah hampir delapan jam, tetapi ia masih juga belum selesai. Terus mengetik di layar komputernya seolah dari sana nyawanya berada. "Anda butuh istirahat, Pak," ujar Soraya, terdengar khawatir. Wanita yang memiliki kantong mata sama seperti Zalman itu memberikan kopi yang Pimpinannya pinta, "Minum ini dan segarkan diri Anda," sarannya. Karena tidak ada balasan apapun, Soraya terus membujuk Zalman melakukan hal lain. Ia sangat takut Pimpinannya itu berubah menjadi monster pekerja. "Setidaknya, lakukan peregangan agar otot anda tidak mati rasa," tukasnya, cemas. "Anda sudah berada di posisi itu berjam-jam, Pak." "Heum, jangan khawatir." Zalman membalas sekenanya. Ia terlalu fokus saat ini. Tak tertarik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD