"Yang terpenting, semua bisa kembali baik-baik saja seperti semula. Ada atau tidak adanya saya sebagai Pimpinan kalian." "Ini mustahil!" tolak Soraya, tak sependapat. "Bagaimana mungkin semuanya bisa baik-baik saja jika bukan Anda yang jadi Pimpinannya?" Soraya menjadi yang paling tegas menolak hal itu. Ia bahkan rasanya siap memerangi seluruh dewan direktur bila perlu demi mempertahankan posisi yang dimiliki Zalman. "Ra, ini bukan soal siapa yang jadi Presdir, melainkan yang bekerja dengan teguh menjalankan roda perusahaan. Saya tetap akan ada bersama kalian." Zalman berusaha menenangkan kacaunya perasaan sang Asissten. Masih menggeleng tak sependapat, Soraya menyampaikan pendapatnya. "Setelah mengabdi selama puluhan tahun, aku tidak pernah menemukan seseorang yang begitu pas menjalan

