Krisis Kantor.

1029 Words

Zalman keluar dengan rambutnya yang basah, "Huah, rumah sakit ini memang luar biasa, Sayang!" Ghina yang sejak tadi menunggunya langsung menanggapi, "Bukankah kamu membawaku kemari karena rumah sakitnya memang bagus, Mas?" "Benar juga," Zalman terkekeh kecil. "Semua fasilitas di sini sangat mengagumkan. Bahkan airnya saja serasa air di hotel-hotel besar." Kali ini balik Ghina yang tertawa. Zalman mendekat padanya, mendekap tubuhnya yang semakin kurus. "Peluk, saya kedinginan," ucap pria itu, mencoba bermanja. "Mas, bagaimana kalau ada perawat yang masuk?" "Katakan saja saya suamimu." Jawaban Zalman selalu sukses membungkam Ghina. Tapi hanya berselang sedetik, Ghina memberikan omelan singkatnya lagi. "Keluarga pasien tidak diijinkan tidur di ranjang ini. Kamu mau dimarahi?" Pria yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD