Temani Aku Selalu.

1066 Words

"La!" teriak seseorang, memanggil nama Kila yang sibuk memilah tanaman. Kali ini, sekolah sedang melangsungkan acara berkebun. Semua siswa dan siswi secara gotong royong menanam dan merawat tumbuhan, bersamaan. Kila menyeka keringat yang ada di dahinya, menjawab panggilan. "Heum, ada apa?" "Aku dengar Papamu, Om Zalman, mengadakan pesta besar syukuran kelahiran adikmu, apa itu benar?" tanya teman yang baru menghampiri gadis itu. Kila menjadi canggung, ia tahu bahwa Zalman adalah orang penting yang juga memiliki posisi cukup signifikan di sekolahnya. Tetapi ia tidak menyangka bahwa kabar itu sudah tersebar dengan sangat cepat. "Bukan pesta besar, sebenarnya. Hanya perayaan sederhana," kilah Kila, tak mau sombong. "Perayaan sederhananya keluarga Maheer, 'kan, beda, La!" goda teman-tema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD