Murungnya Kila.

1028 Words

Zalman mengusap permukaan pipi istrinya. Kemudian mengharumkan tangannya melewati pundak Ghina. Mereka sedang menyaksikan beberapa barang diangkut ke mobil yang jauh lebih besar. Untuk nantinya dipindahkan ke tempat hunian baru. "Sayang," panggil Zalman, berbisik tepat di samping telinga Ghina. Ghina mendongak sedikit, "Heum?" "Saya sangat penasaran terhadap sesuatu." "Soal apa, Mas?" "Kamu terlihat begitu tenang dan tidak keberatan, sejak tadi. Jujur saja, saya bingung dengan sikapmu ini," ungkap sosok di belakang wanita itu. Kali ini, balik Ghina yang kebingungan dengan pernyataan yang ditujukan kepadanya. Mencoba mengarahkan kepalanya ke belakang agar dapat beradu pandang dengan Zalman. "Aku? Kenapa soal sikapku?" "Jika sedih, kecewa, atau marah, kamu tidak harus menyembunyikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD